Mengenal Potensi Genetik Anak
Suasana penuh kehangatan dan antusiasme mewarnai agenda tahunan Khutbah Taaruf dan Workshop Parenting yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026. Acara ini dihadiri oleh para orang tua murid dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Menghadirkan penceramah dan praktisi parenting nasional, Bapak Sofyan Abdillah, kegiatan ini mengusung pendekatan konsep STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Instinct) untuk mendampingi tumbuh kembang buah hati secara optimal.
Acara dibuka dengan sesi Khutbah Taaruf, sebuah momen penting untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dan para wali murid. Dalam ceramahnya, Ustaz Sofyan Abdillah menekankan bahwa mengasuh anak adalah amanah besar yang membutuhkan pengenalan karakter secara mendalam. Setiap anak terlahir unik dan tidak bisa disamakan pola pendidikannya.
Poin Penting Workshop Parenting STIFIn
Pada sesi workshop, Bapak Sofyan membedah bagaimana pendekatan STIFIn dapat membantu orang tua memahami mesin kecerdasan genetik anak. Pendekatan ini membagi kecerdasan dominan anak ke dalam 5 kategori utama:
- Sensing (Praktis & Konkret): Anak belajar melalui pengalaman fisik, rutinitas, dan contoh nyata.
- Thinking (Analitis & Logis): Orang tua perlu menyajikan argumentasi rasional, aturan yang jelas, dan data.
- Intuiting (Kreatif & Imajinatif): Anak membutuhkan ruang inovasi, gambaran besar, serta pemahaman visi jangka panjang.
- Feeling (Emosional & Hubungan): Fokus pengasuhan ada pada empati, dorongan semangat, dan hubungan personal yang dekat.
- Instinct (Serbaguna & Naluriah): Memerlukan pendekatan yang tenang, serba cepat, dan memberikan ruang peran penengah.
Melalui pemaparan ini, para orang tua diajak untuk tidak lagi membandingkan potensi anak, melainkan mengasah keunggulan alami sesuai mesin kecerdasannya. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, di mana banyak orang tua berkonsultasi mengenai tantangan pengasuhan harian di rumah.
Melalui sinergi antara sekolah dan orang tua yang diperkuat dalam acara ini, diharapkan proses pendidikan anak dari jenjang usia dini hingga remaja dapat berjalan selaras, ramah potensi, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.




